Postingan

Menampilkan postingan dengan label self reminder

Jangan Potong Jarinya

Ada pengibaratan bagus yang pernah ku baca. Katanya begini, "Jika kuku kita panjang, maka yang dipotong adalah kukunya. Bukan jarinya. Begitu pun dalam kehidupan sosial, jika ada masalah dengan sesama, yang dihilangkan adalah masalahnya bukan silaturrahminya." Susah sih memang. Tapi aku pernah baca quotes kekinian gitu yang biasanya bersliweran di semua sosmed, TL line, beranda FB, TL twitter dll. Katanya, "Kita cuma perlu berbesar hati untuk saling menyapa dan mencairkan suasana yang membeku, karena kita sudah sejauh ini." Tapi 5 kata terakhir dari quote di atas ga nyambung si sebenernya. Intinya legowo aja lah, udah kejadian juga, terus mau diperparah lagi sama ga saling sapa, ga temenan, ga tau-menau(?) Padahal dulu mah pernah dekat sekali. Cukup lagunya aja yang "We don't talk anymore like we used to do," 🎶🎵 #selfreminder *cuma introspeksi, semoga ga ngalami 😂😅

Self Reminder

Pagi ini aku bangun seperti biasa. Gatau kenapa, suasana pagi ini sedikit sendu. Mungkin efek sunyi. Lagi-lagi gatau kenapa, tiba-tiba aku berpikir bahwa tidak ada yang mampu bertahan dalam jarak. Ya, ini mungkin sedikit salah. Tapi aku pernah mengalami, mungkin memang bagian dari masa lalu yang teringat kembali. Refrain. Aku juga tiba-tiba membuat kesepakatan dengan diriku sendiri bahwa banyak kebaikan tersia-sia karena mengejar yang lebih, lebih dan lebih. Mungkin benar bahwa untuk menyadari betapa berharganya sesuatu, kita harus kehilangannya dulu. Begitu juga dengan rasa dan seseorang. Persepsi tentang yang "terbaik" hanya berdasar opini rasa. Sedang logika sering kali mati. Yang terbaik menurut rasa adalah apa dan siapa yang kita kejar habis-habisan. Tanpa disadari sebenarnya ada yang lebih baik menurut logika; yang lebih dari sekedar mengejarmu habis-habisan. Namun juga memayungimu dengan syahdu, memberimu tanpa diminta, menemanimu dalam tangis duka karena apa dan s...