Aku tahu jadi ibu itu lelah, tapi kenapa tidak ada yang memberi tahuku sebelumnya bahwa akan selelah ini? Bahwa ini adalah pekerjaan yang tanpa libur, bahkan terbawa hingga tidur ... ia tetap melekat di samping, bahkan semakin malam ia semakin erat memerlukanku. Tidak ada sedetik pun terlewat tanpanya, hanya bersamanya, teman yang belum bisa menjawab obrolanku. Tangis satu-satunya isyaratnya. Sesekali aku ikut menangis bersamanya, sesak di dada karena aku terlalu bodoh untuk mengerti apa maksud tangisnya. Kalimat "Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya." menjadi penenang. Setidaknya di ujung malam setelah melewati hari yang panjang, aku masih ingat dengan tulus ikhlas mengelus kepalanya, merapalkan doa, sesekali sambil menangis. Rasa lelah, sakit, rapuh, sedih, dan sesal karena sudah sebesar ini pun perjuanganku masih belum cukup untuk menjadi ibu yang baik. Iya. Pertanyaan "Kenapa tidak bisa lebih kritis seperti ibu-ibu yang lain?" saat aku tidak tahu imu...
Assalamualaikum😇👧 Selamat pagiii ke duapuluh sekian Ramadhan😂 Sedih bangettt Ramadhan bentar lagi berakhir untuk tahun ini😢😢😢💔💔 Semoga Allah panjangkan umurku, kamu, kalian dan kita semua hingga menemui kembali Ramadhan ditahun-tahun mendatang selalu dalam kondisi sebaik-baiknya bersama seluruh anggota keluarga besar dan orang tersayang dengan formasi lengkappp, aamiin😊😊😊 Well, mohon maaf lahir batin dulu ya hehe. Mohon maaf untuk semua salah baik kata dan sikap, percayalah bahwa tidak pernah ada sama sekali niat untuk menyakiti :') Kalau orang Banjar mah bilangnya "Berelaan dunia & akhirat,"😊 Semoga semua teman, sahabat, kenalan dan siapapun itu khususnya yang baca postingan ini semuanya mau memaafkan:') Jazakumullaah khaira😇 Oiya, beberapa postingan baru maupun lama ada yang dihapus hehe. Tentang cerita, tulisan dan segalanya yang dihapus . . . memang masanya sudah habis untuk membahas itu. Yah seseorang, kondisi dan segalanya bisa berubah kapa...
Dalam cerita fiktif, terlalu indah bagaimana citra pangeran impian digambarkan. Hingga secara realistis terasa mustahil untuk menemukannya di dunia nyata. Seorang lelaki yang membukakan pintu mobil untukmu, dia juga menanyakan apakah semua barang pribadimu lengkap sebelum mobil melaju. Saat tiba di tujuan, dia membukakan pintu untukmu. Lalu menarik kursi untuk tempat dudukmu di meja makan kalian. Dia selalu mendahulukan keinginanmu dan menuruti apa yang kamu katakan, sekecil apapun itu. Dia sigap mengambilkan tisu saat kamu tidak merasa nyaman dengan sisa makanan dibibir. Atau, dia berinisiatif mengambilkanmu sendal yang nyaman untuk kamu pakai saat kalian menyusuri pantai, agar flat shoesmu tidak berpasir. Saat hujan tiba-tiba turun, dia mengeluarkan payung agar dressmu tidak basah, meski jarak teras ke mobil hanya beberapa langkah. Dia seorang lelaki yang mengatakan "Aku tidak mempermasalahkan itu, jangan menangis lagi." setelah kamu menceritakan panjang lebar banyak kegaga...
Komentar
Posting Komentar