Kurang lebih sebulan pasca daftar SNMPTN, baru diumumkan gimana hasil seleksinya. Saking lamanya nunggu ampe ga takut, ga degdegan lagi Tapi tetep harus berdoa terus!☝ Tanggal 9 Mei pengumumannya. Itu bertepatan dengan farewell party sekolah. Pagi ampe sore kita seruseruan sama tementemen, pas pulang ke rumah udah cape malah keinget pengumuman itu. Gimana ga makin jlebbb coba😧 Tanggal 8, malem (blum jam 12🙈) ada temen yang ngebm minta nengok web SNMPTN, katanya siapa tau sudah. Lah orang dikasih tau tanggal 9 kok, jadi aku engga-in hehe😸✌ Kata aku cek ntar pagi aja. Terus aku milih tidur. Tapi gatau kenapa sama skali ga bisa tidur nyenyak. Kebangun mulu, antara bangun dan tidur terus komatkamit doa semoga lolos kedokteran hahaha😂😂😂 Jam 2 tengah malem aku browsing nyari apdetan berita tentang SNMPTN dll, termasuk buka twitter. Biasanya Bpost selalu apdet tuh ditwitter tiap kali ada berita baru😆 Inf...
Aku tahu jadi ibu itu lelah, tapi kenapa tidak ada yang memberi tahuku sebelumnya bahwa akan selelah ini? Bahwa ini adalah pekerjaan yang tanpa libur, bahkan terbawa hingga tidur ... ia tetap melekat di samping, bahkan semakin malam ia semakin erat memerlukanku. Tidak ada sedetik pun terlewat tanpanya, hanya bersamanya, teman yang belum bisa menjawab obrolanku. Tangis satu-satunya isyaratnya. Sesekali aku ikut menangis bersamanya, sesak di dada karena aku terlalu bodoh untuk mengerti apa maksud tangisnya. Kalimat "Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya." menjadi penenang. Setidaknya di ujung malam setelah melewati hari yang panjang, aku masih ingat dengan tulus ikhlas mengelus kepalanya, merapalkan doa, sesekali sambil menangis. Rasa lelah, sakit, rapuh, sedih, dan sesal karena sudah sebesar ini pun perjuanganku masih belum cukup untuk menjadi ibu yang baik. Iya. Pertanyaan "Kenapa tidak bisa lebih kritis seperti ibu-ibu yang lain?" saat aku tidak tahu imu...
Hari Sabtu (9 Zulhijjah 1432) jatuh sebagai hari wukuf. * Malamnya, tak ada yang berkesan sangat. Saya hanya sibuk menyiapkan barang bawaan. Ibu saya sibuk menyetrika pakaian yang akan kami kenakan besok. Sebagian orang, banyak yang sudah berangkat ke Arafah hari ini. Tapi, kami tidak. Kami memilih berangkat besok pagi saja. * Pukul 5 pagi, saya sudah dibangunkan ibu. Remang-remang pandangan saya, buyar pikiran saya masih. Setelah sholat Subuh, masih sempat-sempatnya saya nonton tv. Saya ingat, acara terakhir yang saya tonton adalah Sketsa tawa, di Global TV. Dan sampai jam segitu, adik saya yang paling kecil masih tidur. Setelah mempersiapkan segalanya, berniat haji, dsb, kami meninggalkan rumah dengan namaNya. Kami lalu bergabung dengan rombongan teman-teman bapak saya. Hmm, yang awalnya kami hanya berlima, ketika bergabung jadi 45. hahaha... Kurang dari setengah jam menunggu mobil yang muat mengangkut kami-kami ber-45 :)), akhirnya dapat juga mobil, lebih tepatnya bus,...
Komentar
Posting Komentar